
963RGSFM, Purbalingga – Menteri Kordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program ketahanan pangan nasional, termasuk pengelolaan limbah dan sampah yang dihasilkan dari program makan bergizi dan sentra pelayanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat kegiatan ramah tamah dan Dialog dengan 100 pengusaha Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Wilayah Purbalingga dan Banyumas bertempat di SPPG Purbalingga Wetan 2, Sabtu (24/1/2026). Menurutnya, seluruh program pemerintah saat ini masih dalam tahap awal dan akan terus berkembang ke depan.
“Semua ini baru berjalan. Kalau akhir tahun ini bisa tumbuh 6 persen, apalagi tahun depan lebih dari itu, maka kita akan semakin makmur. Kalau sudah makmur, kegiatan pasti jalan terus dan kebutuhan pangan juga meningkat,” ujarnya.
Ia menyebut, SPPG merupakan program yang sudah berjalan lebih dulu dan saat ini telah memasuki tahun pertama pelaksanaan. Ke depan, program ini ditargetkan mampu melayani hingga dua juta penerima manfaat, sehingga berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah besar, terutama limbah organik.
“Bayangkan, satu kulit pisang saja bisa menghasilkan banyak limbah. Kalau jutaan penerima, sampahnya juga luar biasa. Karena itu pengelolaan sampah tidak bisa dianggap sepele,” jelasnya.
Zulkifli menegaskan, pemerintah telah menetapkan aturan tegas terkait pengelolaan sampah. Sistem pembuangan terbuka atau open dumping tidak lagi diperbolehkan dan dapat dikenai sanksi hukum. Sebagai gantinya, pemerintah mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah seperti waste to energy, Refuse Derived Fuel (RDF), serta sistem pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Sampah itu harus punya nilai. Di negara lain, sampah bisa jadi listrik, bisa jadi pupuk, bahkan jadi rebutan karena menghasilkan uang. Kita sedang menuju ke sana,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk wilayah dengan volume sampah besar akan diterapkan teknologi waste to energy, sementara daerah dengan skala menengah dapat menggunakan RDF. Adapun wilayah dengan skala kecil tetap dapat menggunakan metode tradisional yang disesuaikan dengan kondisi setempat.
Pihaknya juga memastikan bahwa pengelolaan sampah di lingkungan SPPG telah diatur secara sistematis, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali, sehingga hanya residu tertentu yang masuk ke tempat pembuangan akhir.Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan turut mengapresiasi para petugas dan pengelola SPPG yang disebutnya sebagai pahlawan pangan Indonesia.
“SPPG ini pahlawan Indonesia. Dari sinilah masa depan anak-anak Indonesia ditentukan, apakah mereka tumbuh cerdas, sehat, dan maju,” pungkasnya. (Zak/RGSFM).