Bupati Tiwi Monitoring 4 Lokasi Pembangunan Jembatan dan Jalan

963rgsfm, Purbalingga –  Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purbalingga melaksanakan monitoring terhadap sejumlah pembangunan fisik dari Pemkab Purbalingga, Dianataranya Jembatan Serang – Kaliurip (Kecamatan Karangreja) dan Jembatan Sangkanayu – Kutabawa, peningkatan kapasitas jalan Bojong – Panican dan dan peningkatan struktur jalan Tidu – Bandara

Pantauan/inspeksi ini dilakukan guna memastikan progress pengerjaan sesuai dengan jadwal dan perencanan yang telah ditentukan.

Pada Jembatan Serang – Kaliurip, Bupati dan jajaran mendapati progress pekerjaan baru sekitar 64,02% dari dari target 62,61%, yakni baru pada tahap pengecoran abutment dan pemasangan rangka besi cor. Bupati menemukan hanya sedang dikerjakan oleh 3 orang pekerja.

Selanjutnya, Bupati juga memonitoring ke Jembatan Sangkanayu – Kutabwa. Progres pembangunan jembatan tersebut didapati sudah mencapai 80 persen atau sudah sesuai dengan semestinya.

Kemudian, Bupati melanjutkan monitoring ke peningkatan kapasitas jalan Bojong – Panican. Proyek tersebut, didapati tengah berhenti dikerjakan selama 2 minggu, padahal belum selesai.

Disamping berhenti dikerjakan, bupati dan jajaran pejabat Pemkab Purbalingga mendapati hasil pekerjaan peningkatan jalan tersebut secara kualitas kurang baik. Saat dicek, bibir jalan/beton kurang masiv dan gampang ambrol. Kendati demikian, Bupati belum mendapati pihak rekanan yang mengerjakan untuk dimintai keterangan/ditegur di lokasi.

Terakhir, bupati dan jajaran melakukan monitoring proyek peningkatan struktur jalan Tidu – Bandara. Berdasarkan monitoring proyek ini masih berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ditemui kejanggalan dalam progress pekerjaan. Proyek ini dikerjakan oleh CV Permata Karya dengan nilai kontrak Rp 6,25 miliar.

Hingga saat ini kebakaran hutan di lerang gunung slamet Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur di desa Kutabawa Karangreja Purbalingga masih meluas.

Dikatakan Suyatno Karsum, Kader Taruna Tanggap Bencana, kebakaran hutan di lereng gunung slamet diperkirakan sudah mencapai 3 hektare akan tetapi untuk luas pasti nya masih dalam proses pendataan.

Seperti diketahui, kebakaran hutan tersebut, mulai terlihat pada rabu 11 september lalu sekitar pukul 9 pagi, tepatnya di 200 meter arah kiri jalur pendakian gunung slamet via bambangan, kurang lebih 1 kilo meter dari jalur pendakian gunung slamet via gunung malang dan 300 meter dari kebun warga.

Hari pertama terjadi kebakaran, sekitar 1 hektare lahan terbakar, yang kemudian dipadamkan oleh personel seadanya oleh tagana purbalingga, sar purbalingga, aremba PRC, dan warga dusun bambangan dan gunung malang.

Di hari pertama, dikarenakan medan kebakaran yang cukup sulit dan tidak adanya ketersediaan air, membuat, pemadaman api hanya dilakukan dengan memukul area terbakar menggunakan ranting dan menimbunnya menggunakan tanah.

Titik api, kembali muncul, pada Kamis, 12 september di lokasi yang tidak jauh di titik pertama.

Sementara itu, titik api kembali terlihat di hari ini Jumat, 13 september 2019. Pemadaman api, dilakukan dengan melibatkan 626 orang dari personel gabungan.

Pemadaman api dilakukan dengan membuat sekat bakar di luar area titik dan lidah api berbentuk huruf u pada sisi selatan barat dan timur, hingga informasi ini diberitakan, api belum berhasil dipadamkan. (Fit/Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *